Jumat, 15 Mei 2009

surat untuk calon anakku

Surat Untuk Calon Anakku
oleh Malik Zahri
Teruntuk calon anakkuYang masih tinggal di antara tulang sulbi dan tulang dadaku
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Bagaimana kabarmu, Nak? Semoga Ananda sehat wal afiat di alam sana.
Ayahanda sengaja menulis surat ini khusus untukmu.Meski Ayahanda tahu, kau belum bisa membaca dan membalas surat iniKarena di sana memang tidak ada sekolah.Namun, Ayahanda yakin kau memahaminyaKarena kita satu jiwaKarena kau masih menyatu dalam tubuhkuDan terutama,Karena kau pasti cerdas seperti Ayahanda …. :-)
Nak !Ayahanda sangat bergembira mendengar sabda Sang Baginda Rasul,Tentang doa anak shaleh yang pahalanya tak terputus, bahkan sesudah orang tuanya wafatAyahanda tiba-tiba tersadar, sabda tersebut menuntut Ayahanda melakukan dua hal:Menjadi anak shaleh dan menjadikan Ananda sebagai anak yang shaleh pula
Nak!Ayahanda sedang berusaha menjadi anak shaleh untuk kakek dan nenekmuSulit memang, karena tiada amal ayahanda yang menandingi jasa merekaTapi Ayahanda akan terus berusahaTunaikan titah Baginda
Ayahanda pun berharapKau seperti itu untuk ayahbundamu kelakMencintai, menaati dan menghormatiIbundamu ….. Ibundamu…… Ibundamujuga Ayahandamu iniItulah mimpi AyahandaSebagaimana mimpi menjadikan rumah kita nanti bagaikan syurgaSupaya syurga benar-benar menjadi rumah kita
Tapi, Ayahanda merasa maluKetika mendengar Khalifah kedua menyatakanBahwa hak seorang anak dari ayahnya setidaknya tiga hal:Dipilihkan ibunda yang baik, Diberi nama yang baik serta diajarkan Al Qur’an.Malu …..Karena belum mempersiapkan diriUntuk menunaikan hakmu
Nak!Kini Ayahanda sedang belajar memperdalam Al Qur’anAgar kelak bisa mengajarimu A… Ba… TsaAgar kaupun menjadi Qur’an berjalanYang menerangi mayapada
O ya!Ayahanda juga sengaja membeli buku tentang nama-nama muliaDengannya, Ayahanda sudah menyiapkan selaksa nama indah untukmuAgar kau tumbuh perkasaDinaungi nama muliaYang ia adalah doa
Yang membuat Ayahanda bingung,Bagaiamana menunaikan hak pertamayang harus ditunaikan ketika Ananda belum melihat duniaKarena Ayahanda tidak tahuApa kriteriamu tentang seorang ibu yang baik?Ayahanda juga tidak tahuApakah kita memiliki selera yang sama …. :-)?
Tapi, Ayahanda yakin kau sepakat dengan satu kriteriaBahwa calon ibumu nanti tidak boleh seorang yang shalehMelainkan harus seorang Shalehah
Karena jika kau memiliki Ibu yang Shaleh,Sepertimu, Ayahandapun tak kan kuat menahan tawaMelihat jenggot ibumuYang gagah jelita …… :-)
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.Yang mencintaimu karena-Nya
Calon Ayahandamu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar